Sejarah Desa Adat Bualu, Nusa Dua, Badung, Bali

SEJARAH DESA ADAT BUALU

Desa Adat Bualu merupakan desa yang terletak di Kelurahan Benoa,Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Sebelum Desa Bualu terbentuk, Daratan diwilayah Desa Adat bualu Saat ini masih berupa arial pantai. Dikisahkan dimana orang-orang ampilan (yang kini disebut kampial) saat itu membuang sampah ke arah timur.
Sambil mencari air ke dataran yang lebih rendah, karena pada saat itu di daerah kampial sangat sulit untuk mendapatkan air. Masyarakat disana hanya mengandalkan air dari pohon (dahan yang diiris). Lama – kelamaan beberapa orang ampilan mencoba menetap di dataran yang lebih rendah ini dan mereka bersepakat untuk memberikan nama daerah tersebut Bualu. Bualu berasal dari kata “ Membual-bualan dan ngalu-ngalu ” yang berati berjalan jauh mencari air.Dan hingga sekarang masih bernama Bualu.
Dataran Bualu dulunya adalah pantai dapat dibuktikan dengan cara munggali lubang. Pada kedalaman tertentu akan ditemui karang-karang dan fosil-fosil
Dari binatang laut. Di ceritakan juga terbentuknya Setra Gede Desa Adat Bualu dan Kampial. Pada jaman dahulu orang-orang ampilan melakukan upacara pemakaman yang pada saat itu setra tersebut masih berada di Yeh Kepuh yang sekarang terletak di Club med. Orang-orang ampilan saat itu di certakan berhenti sejenak dan tiba-tiba mayat yang mereka bawa itu jatuh di tempat itu dan mereka tidak bisa mereka angkat lagi, dan mereka terpaksa menguburkannya di sana. Dan sekarang tempat itu bernama Setra Gede Desa Adat Bualu dan Kampial.
Pada saat itu Bualu dan kampial masih menjadi satu, yang waktu itu di sebut Kampial Benoa.pada tahun 1960 orang-orang bualu membuat pura Desa Bualu
Dan saat itu mereka tidak lagi menjadi satu Desa Adat dengan kampial.
Demikian sedikit cerita tentang Desa Adat Bualu.
Semoga bermanfaat…

About these ads

4 comments on “Sejarah Desa Adat Bualu, Nusa Dua, Badung, Bali

  1. Bagus infonya, tapi apa mungkin Pura Desa Bualu dibangun th 1960 ? Banjar peken saja dibangun th 1923. Menurut saya mungkin batas pantai dulu adalah tukad gede yang membentang di jalan Srikandi sampai lampu merah tepatnya di depan Pura Pagerwesi atau disebelah Oka Sari, sampai sekarang ada tanda yaitu Pohon Kayu Sana yang dikeramatkan ,,yang semua orang tidak tau kapan Pohon Sana itu mulai tmbuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s